Latest Entries »

CATUR PARAMITHA DAN CATUR AISWARYA

 

CATUR PARAMITHA

Catur Paramitha adalah empat bentuk budi luhur, yaitu Maitri, Karuna, Mudita, dan Upeksa.

  1. Maitri artinya lemah lembut, yang merupakan bagian budi luhur untuk kebahagiaan segala makhluk.
  2. Karuna adalah belas kasihan atau kasih sayang, yang merupakan bagian dari budi luhur, yang menghendaki terhapusnya penderitaan segala makhluk. View full article »
Iklan

TRI KAYA PARISUDHA

Tri Kaya Parisuda artinya tiga gerak perilaku manusia yang harus disucikan, yaitu berpikir yang bersih dan suci (Manacika), berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang jujur (Kayika). Dari tiap arti kata di dalamnya, Tri berarti tiga; Kaya bararti Karya atau perbuatan atau kerja atau prilaku; sedangkan Parisudha berarti “upaya penyucian”.Jadi “Trikaya-Parisudha berarti “upaya pembersihan/penyucian atas tiga perbuatan atau prilaku kita”. View full article »

Memahami Hari Raya Galungan

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

LATAR BELAKANG SEJARAH

Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya “menang” atau “bertarung”. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan yang juga berarti “menang”. Karena itu di Jawa wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi, sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama yaitu manis. View full article »

Dapatkah Kita Selalu Mempercayai Kata Hati ?

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

Sebaiknya hati-hati, karena untuk orang biasa seperti kita kata hati tidak selalu benar. Sehingga untuk orang biasa [orang kebanyakan] jawabannya tidak. Tidak semua orang boleh mendengarkan pesan-pesan dari dalam bathin. Apalagi kata hati itu keluar ketika kita sedang nafsu, marah, tersinggung, sakit hati, sial, tidak puas, dll yang negatif. Dalam keadaan demikian kata hati jangan didengarkan, sebab nanti kita bisa dikacaukan. Dengarlah dan pilahlah kata hati, hanya ketika bathin kita tenang-damai, penuh rasa syukur, penuh kasih sayang, dll yang positif. View full article »

Konsep Sederhana Merealisasi Pembebasan (Moksa)

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

Puncak dari mengungkap realitas diri ”siapakah aku” adalah jivan-mukti [pembebasan]. Tapi apakah itu konsepnya sangat sulit dipelajari dan eksklusif ? Belum tentu…

Di dunia ini tidak semua orang bisa mengerti Veda, tidak semua orang bisa mengerti Vedanta, tidak semua orang tahu Yoga, apalagi mengalami Samadhi. Jumlahnya tidak banyak. Salah satu sebabnya karena putaran karma dan tingkat pemahaman kita semua yang berbeda-beda. Tapi untuk merealisasi jivan-mukti [pembebasan], ada konsep sederhana yang mudah dimengerti. Semua orang bisa, kalau saja bertekad mau bersungguh-sungguh mempraktekkannya. View full article »