Category: AKTIFITAS


TRI KAYA PARISUDHA

TRI KAYA PARISUDHA

Tri Kaya Parisuda artinya tiga gerak perilaku manusia yang harus disucikan, yaitu berpikir yang bersih dan suci (Manacika), berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang jujur (Kayika). Dari tiap arti kata di dalamnya, Tri berarti tiga; Kaya bararti Karya atau perbuatan atau kerja atau prilaku; sedangkan Parisudha berarti “upaya penyucian”.Jadi “Trikaya-Parisudha berarti “upaya pembersihan/penyucian atas tiga perbuatan atau prilaku kita”. Baca lebih lanjut

Iklan

Memahami Hari Raya Galungan

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

LATAR BELAKANG SEJARAH

Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya “menang” atau “bertarung”. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan yang juga berarti “menang”. Karena itu di Jawa wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi, sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama yaitu manis. Baca lebih lanjut

Dapatkah Kita Selalu Mempercayai Kata Hati ?

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

Sebaiknya hati-hati, karena untuk orang biasa seperti kita kata hati tidak selalu benar. Sehingga untuk orang biasa [orang kebanyakan] jawabannya tidak. Tidak semua orang boleh mendengarkan pesan-pesan dari dalam bathin. Apalagi kata hati itu keluar ketika kita sedang nafsu, marah, tersinggung, sakit hati, sial, tidak puas, dll yang negatif. Dalam keadaan demikian kata hati jangan didengarkan, sebab nanti kita bisa dikacaukan. Dengarlah dan pilahlah kata hati, hanya ketika bathin kita tenang-damai, penuh rasa syukur, penuh kasih sayang, dll yang positif. Baca lebih lanjut

Tips Menghapus Kemarahan – Kebencian

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

PEMAHAMAN YANG BENAR

Langkah penting pertama adalah belajar memahami situasi secara benar. Kalau cara memandangnya benar kita melangkahnya akan benar, kalau cara memandangnya salah kita melangkahnya juga salah. Kita akan melangkah menjadi baik, kalau cara memandang kita baik. Di bawah ini adalah cara memandang secara baik dan benar. Baca lebih lanjut

USAHA MENGENAL KAWITAN

OM Svastyastu,
Kiriman: Putra Semarapura

Baru-baru ini Unhi Denpasar menyelenggarakan seminar dengan pokok bahasan kemungkinan pengenalan soroh (wangsa) melalui tes DNA. Dari segi hukum, usaha mengenal kawitan atau soroh, serta pemakaian atributnya bagi umat Hindu merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM). Karenanya, siapa pun dan dari pihak mana pun tidak berhak melarangnya. Sedangkan dari segi agama (baca: Hindu), pengenalan akan kawitan (soroh) bersifat wajib.
Diyakini, bahwa pengenalan akan kawitan/leluhur secara mantap akan lebih memantapkan sradha-bhakti terhadap kawitan/leluhur, lebih lanjut akan meningkatkan kemantapan sradha-bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan YME). Dengan demikian, kesejahteraan hidupnya pun dapat diharapkan akan makin meningkat. Baca lebih lanjut