Latest Entries »

Tips Menghapus Kemarahan – Kebencian

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

PEMAHAMAN YANG BENAR

Langkah penting pertama adalah belajar memahami situasi secara benar. Kalau cara memandangnya benar kita melangkahnya akan benar, kalau cara memandangnya salah kita melangkahnya juga salah. Kita akan melangkah menjadi baik, kalau cara memandang kita baik. Di bawah ini adalah cara memandang secara baik dan benar. View full article »

Iklan

Kembalilah Kepada Tuhan

Source : Berbagai Sumber

SETIAP orang tidak bisa menghindari suka lara pati, yaitu kebahagiaan, penderitaan dan kematian. Pada waktu menikmati kesukaan umumnya orang lupa kepada Tuhan, tetapi bila penderitaan menimpa ataupun kematian mendekatinya orang baru teringat kepada Tuhan. Sejak lahir manusia diperkenalkan dengan isi dunia, dan asik bermain-main dengan isi duniawi. Tidak pernah memikirkan apalagi berterima kasih kepada pemilik daripada benda-benda itu. Sudah sepatutnyalah berburu kesenangan duniawi itu dikurangi dengan mengalihkan pandangan kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. View full article »

USAHA MENGENAL KAWITAN

OM Svastyastu,
Kiriman: Putra Semarapura

Baru-baru ini Unhi Denpasar menyelenggarakan seminar dengan pokok bahasan kemungkinan pengenalan soroh (wangsa) melalui tes DNA. Dari segi hukum, usaha mengenal kawitan atau soroh, serta pemakaian atributnya bagi umat Hindu merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM). Karenanya, siapa pun dan dari pihak mana pun tidak berhak melarangnya. Sedangkan dari segi agama (baca: Hindu), pengenalan akan kawitan (soroh) bersifat wajib.
Diyakini, bahwa pengenalan akan kawitan/leluhur secara mantap akan lebih memantapkan sradha-bhakti terhadap kawitan/leluhur, lebih lanjut akan meningkatkan kemantapan sradha-bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan YME). Dengan demikian, kesejahteraan hidupnya pun dapat diharapkan akan makin meningkat. View full article »

Oleh: I Wayan Sudarma (Shri Danu Dharma P).
Tanpa karma, kemajuan sangat sulit jadinya. Para jnani juga harus melakukan karma, tetapi laksana seekor angsa yang keluar dari dalam air mereka dapat mendesiskan bulu-bulu sayapnya dan menjadi kering seperti ketika mereka masuk ke air. Karma tidak mempengaruhi sama sekali. Mereka melakukannya tanpa ego, tanpa keinginan. Itulah sifat mereka yang mengharap kebaikan dunia dan menggunakan dalam bekerja dalam memajukan kesejahteraan dunia. (Bhagavan Shri Sathya Narayana). View full article »

Hidup Dengan Cinta Kasih

Oleh: I Made Murdiasa, S.Ag
SIFAT benci, marah dan iri hati adalah tiga sekawan yang lahir dari kemelekatan dan keakuan (egois). Bila ketiganya ini dimiliki oleh seseorang, maka jadilah dia orang yang paling menderita karena ketegangan dan frustasi. Rasa benci adalah pembunuh kegembiraan yang paling besar, tidak ada kegembiraan maupun ketenangan dihati mereka yang memiliki rasa benci. Seseorang menjadi benci karena melihat orang lain berhasil dan banyak punya pengikut. Ke”akuannya”tidak membenarkan orang lain menyaingi dirinya, baik dalam materi, kekuasaan maupun pengaruh. View full article »