Pilihan Hidup
Oleh : Dhana Putra

BEBERAPA hari yang lalu, dalam suasana bulan puasa, di sebuah perempatan, seorang polisi lalu untas menghentikan mobil saya. Setelah basa-basi sejenak, dia langsung pada pokok permasalahan, saa dituduh melanggar lampu lain lintas. ini berdasarkan laporan kawannya melalui alat komunikasi yang ada di tangannya. Dengan segera dia menawarkan pilihan, ditilang atau damai.

Tahun lalu, dalam suasana bulan puasa, saya juga mengaiami hal yang hampir sama di depan Stasiun Gainbir. Tuduhan; saya melanggar marka jalan, salah masuk jalur. Rupanya jalan sudah dikapling untuk kelompok angkutan tertentu dengan harapan agar lancar. Petugas yang menghentikan kendaraan saya tidak memberikan pilihan. Langsung pada persoalaii, damai.
Saya bisa tnakluin dengan kondisi yang terjadi. Petugas juga semakin rajin memperhatikan apakah roda kendaraan kita melewati garis batas yang ada atau tidak dan masalah kecil lainnya. Daripada mondar-mandir menghabiskan waktu dan tenaga, saya merasa lebih baik kalau memilih berdamai. Saya kira siapa pun akan melakukan hal yang sama kalau menghadapi kondisi yang serupa.

Setiap han, bahkan dalam setiap saat, kita selalu membuat sebuah keputusan. Kita menentukan pilihan dalam hidup ini. Ada pilihan yang berlaku hanya untuk sesaat dan ada yang berlaku untuk jangka waktu tertntu atau mungkin seumur hidup Anda. Berapa lama pun masa berlaku
keputusan Anda, cobalah untuk memilih yang terbaik dalam hidup ini.

Ketika akan makan, demikian banyak jenis makanan yang dijual di herbagai temp at. Sedangkan kapasitas makan kita sangat terbatas. Rita harus membuat pilihan.
Cobalah untuk memilih makanan yang boleh Anda makan, yang sebaiknya, dan yang seharusnya Anda makan. Pilihan ini hanya untuk beberapa jam namun memberikan pengaruh besar bagi kesehatan Anda dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang.

Apakah kita akan menjalani kehidupan samana (menjadi bhikkhu atau samanera), untuk selamanya atau sementara? Apakah kita akan menjalani kehidupan berumah tangga, berkeluarga atau menyendiri hingga han tua? Kalau Anda ingin berkeluarga, siapa yang akan menjadi pasangan hidup Anda? Dalam dunia kerja, bidang apa yang akan Anda tekuni? Usaha sendiri atau bekerja dengan orang lain? Dan masih banyak pilihan lainnya dalam bidangnya maeing-maisng.

Demikian banyak aspek kehidupan yang kita jalani. Demikian banyak pilihan yang akan kita buat, Oleh karena itu, cobalah menjadi lebih bijak dalam menentukan pilihan. Piihlah yang
terbaik untuk din Anda. Akan lebih baik kalau pilihan tersebut juga memberikan manfaat bagi orang lain yang ada.

Satu hal lagi yang penlu disadari, apa pun pilihan Anda maka pilihan tersebut akan menimbulkan rangkaian sebab dan akibat dalam hidup Anda. Artinya, dalam setiap pilihan mengandung akibat, baik atau buruk sesuai dengan apa yang telah Anda lakukan. Pilihan yang baik, akan menghasilkan akibat yang baik. Demikian juga sebaliknya, pilihan yang buruk akan menghasilkan akibat yang buruk.

Bagaimana jika tidak ada pilihan dalam hidup ini? Kondisi ini bisa saja terjadi, misalnya ketika kita jatuh sakit. Tidak ada pilihan kecuali dirawat, mengambil waktu untuk istirahat, atau mungkin makan makanan tertentu saja dan pantang terhadap beberapa jenis makanan lain. Tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan. Banyak orang yang mengatakan hidup terasa sangat membosankan.

Dalam kondisi seperti ini, kita hams menerima kehidupan yang terjadi dengan lapang dada. Karena kehidupan ini tetap harus dijalani. Terima kondisi tersebut seperti apa adanya dan terus berusaha untuk membuat kondisi yang iebth baik.

Coba periksa segala aspek kehidupan Anda saat ini. Kondisi apa yang Anda harapkan? Apa pilihan yang tersedia? Pilihlah yang terbalk dalam hidup Anda sehingga kehidupan ini benjalan dengan lebth baik dan menuju ke arah yang lebih baik. Hidup adalah tanggung jawab kita masingmasing berdasarkan pilihan-pilihan kita sendiri. Penulis, redaktur mimbar Budha.