Menciptakan Keberuntungan
Oleh : Dhana Putra

TIAP pergantian tahun, banyak orang bertanya-tanya tentang hoki atau keberuntungannya dalam satu tahun mendatang. Mereka mencari orang pintar, tukang ramal, paranormal, atau sipa saja yang kira-kira bisa memberikan gambaran tentang keberuntungan yang akan terjadi. Kalau tahun ini merupakan tahun yang sial; kira-kira apa yang harus dilakukan untuk menolak kesialan tersebut hingga menjacli keberuntungan.

Kondisi seperti itu juga terjadi di tahun Macan Logam yang dimulai pada awal Februari ini. Banyak orang yang membicarakan masalah ciong — orang-orang yang dianggap mempunyai keberuntungan kurang baik di tahun ini. Ada yang berbicara tentang cara untuk mengatasi ciong tersebut, upacara persembahyangan yang harus dilakukan, dan sebagainya.

Sebagai umat manusia yang telah mempelajari dhamma, kita tahu bahwa kehidupan yang kita jalani merupakan serangkaian sebab dan akibat dan perbuatan-perbuatan yang pernah kita lakukan sebelumnya. Rangkaian sebab akibat yang saling berkaitan, yang terjadi terus menerus. Setiap perbuatan pasti akan menimbulkan akibat. Akibat tersebut akan menjadi sebab dan munculnya perbuatan baru. Demikian seterusnya.

Kondisi kehidupan yang kita jalani pada saat ini tidak lepas dan akibat kamma masa lalu. Perbuatan buruk akan mengakibatkan hasil yang buruk. Perbuatan baik akan menghasilkan akibat yang baik. Hukum ini bersifat universal; berlaku di mana saja dan kapan saja, juga kepada semua orang tanpa memandang segala perbedaan yang ada.

Dengan pengertian yang benar terhadap hukum kamma dan hukum sebab akibat yang saling bergantungan, seharusnya kita dapat memahami berbagai kondisi yang terjadi dalam hidup ini. Kita juga siap menerima segala sesuatu yang mungkin akan terjadi dalam kehidupan yang akan datang. Kita juga mempunyai peluang untuk mengkondisikan diri kita sendiri; tidak tergantung pada orang lain atau kekuatan lain.

Kondisi yang sangat disayangkan, pengertian di atas hanya sebatas dalam intelektual yang sudah sering dan banyak baca di buku-buku agama atau dengar dari para penceramah. Namun kita tidak bisa menerima kalau peristiwa yang tidak menyenangkan terjadi dalam hidup ini; rasa sakit, kerugian, dan ”nasib buruk” lainnya.

Dengan pengertian yang sama, setiap orang mempunyai peluang untuk menciptakan keberuntungan/hokinya. Kita berusaha untuk mengkondisikan keberuntungan dengan banyak berbuat baik. Perbuatan baik merupakan perbuatan yang seratus persen ada di dalam diri. Kita sendiri yang memutuskan, apakah akan melakukan perbuatan baik atau perbuatan buruk. Walaupun orang lain yang memberikan pengaruh, dorongan, semangat, atau mengingatkan; semuanya kembali ke diri sendiri. Kita yang memutuskan Untuk melakukan atau tidak.

Mulailah dan perbuatan baik yang kecil-kecil. Masyarakat Tionghoa yakin bahwa salah satu keberuntungan dalam hidup yang bisa kita ciptakan adalah hubungan antarmanusia; antara diri kita dengan orang lain. Keberuntungan lain bersumber dari lingkungan (keberuntungan bumi) dan berasal dari nasib (keberuntungan langit).

Kalau hubungan antara diri kita dengan orang lain berjalan dengan baik, mungkin nasib baik akan berpihak. Mungkin Anda ditawari pekerjaan, dipercaya untuk mengurus sebuah bisnis, atau dikenalkan kepada rekan bisnis yang lain sesuai dengan bidang usaha yang Anda miliki, atau dipinjamkan modal untuk memulai usaha. Semuanya ini berawal dari perbuatan baik, sikap yang baik, ucapan yang baik, dan tentunya pikiran yang baik.

Sebaliknya, bila Anda mempunyai sikap yang kurang terpuji, tanpa pengendalian diri, ceroboh, malas bekerja, suka berkata kasar, dan sebagainya; Anda menjadi orang yang tersisih dalam pergaulan. Apalagi disertai dengan perbuatan melanggar sila; cepat atau lambat, nasib buruk akan menghampiri Anda. Keberuntungan berkurang, bahkan Anda bisa menghadapi masalah dalam hidup.

Walaupun perbuatan baik atau buruk tersebut terlihat kecil, namun memberikan efek yang sangat besar dalam kehidupan ini. Keputusan tetap ada dalam diri setiap orang, apakah seseorang mau melakukan perbuatan baik atau tidak dalam kehidupan ini. Kita menciptakan hidup kita sendiri, menciptakan keberuntungan atau keterpurukan, menciptakan nasib baik atau nasib buruk. Bukan orang lain. Bukan kekuatan gaib. Inilah kekuatan dari dalam diri.

Ciptakan hoki dengan terus berbuat baik, mengkondisikan kehidupan dengan sebaik mungkin. Mudah-mudahan dalam Tahun Macan Logam ini Anda bertambah sukses dan semakin bahagia.