Di ruang minum teh, seorang murid bertanya ke gurunya. ”Mana jalan tercepat menuju pencerahan?” Gurunya bergumam, ”Minumlah tehmu.”

Setelah teh habis, guru ini lagi-lagi bergumam, ”Sekarang cuci cangkirmu.” Hanya dengan mendengar pesan sederhana itu ternyata sang murid mendapat pencerahan. Bagi orang kebanyakan, cerita itu susah dimengerti. Namun, bagi yang lama bermeditasi, kisah itu mengagumkan.

Pencerahan tidak ada di tempat dan waktu yang jauh, setiap guru tercerahkan mengalaminya saat ini. Pencerahan teramat dekat, serupa buku. Karena teramat dekat, banyak yang tidak bisa membacanya. Pencerahan teramat sederhana, tetapi karena pikiran menyukai kerumitan, banyak yang tidak memercayainya. Mungkin itu sebabnya judul karya klasik Larry Rosenberg (2004) adalah Breath by Breath. Menyatu bersama tarikan dan embusan napas, temukan ketenangan, kelembutan, kesejukan. Baru kemudian mengisi dengan kasih dan kemuliaan.