Category: DHARMA WACANA


Memahami Hari Raya Galungan

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

LATAR BELAKANG SEJARAH

Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya “menang” atau “bertarung”. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan yang juga berarti “menang”. Karena itu di Jawa wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi, sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama yaitu manis. Baca lebih lanjut

Dapatkah Kita Selalu Mempercayai Kata Hati ?

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

Sebaiknya hati-hati, karena untuk orang biasa seperti kita kata hati tidak selalu benar. Sehingga untuk orang biasa [orang kebanyakan] jawabannya tidak. Tidak semua orang boleh mendengarkan pesan-pesan dari dalam bathin. Apalagi kata hati itu keluar ketika kita sedang nafsu, marah, tersinggung, sakit hati, sial, tidak puas, dll yang negatif. Dalam keadaan demikian kata hati jangan didengarkan, sebab nanti kita bisa dikacaukan. Dengarlah dan pilahlah kata hati, hanya ketika bathin kita tenang-damai, penuh rasa syukur, penuh kasih sayang, dll yang positif. Baca lebih lanjut

Konsep Sederhana Merealisasi Pembebasan (Moksa)

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

Puncak dari mengungkap realitas diri ”siapakah aku” adalah jivan-mukti [pembebasan]. Tapi apakah itu konsepnya sangat sulit dipelajari dan eksklusif ? Belum tentu…

Di dunia ini tidak semua orang bisa mengerti Veda, tidak semua orang bisa mengerti Vedanta, tidak semua orang tahu Yoga, apalagi mengalami Samadhi. Jumlahnya tidak banyak. Salah satu sebabnya karena putaran karma dan tingkat pemahaman kita semua yang berbeda-beda. Tapi untuk merealisasi jivan-mukti [pembebasan], ada konsep sederhana yang mudah dimengerti. Semua orang bisa, kalau saja bertekad mau bersungguh-sungguh mempraktekkannya. Baca lebih lanjut

Tips Menghapus Kemarahan – Kebencian

Oleh : Rumah Dharma Hindu Indonesia

PEMAHAMAN YANG BENAR

Langkah penting pertama adalah belajar memahami situasi secara benar. Kalau cara memandangnya benar kita melangkahnya akan benar, kalau cara memandangnya salah kita melangkahnya juga salah. Kita akan melangkah menjadi baik, kalau cara memandang kita baik. Di bawah ini adalah cara memandang secara baik dan benar. Baca lebih lanjut

Kembalilah Kepada Tuhan

Source : Berbagai Sumber

SETIAP orang tidak bisa menghindari suka lara pati, yaitu kebahagiaan, penderitaan dan kematian. Pada waktu menikmati kesukaan umumnya orang lupa kepada Tuhan, tetapi bila penderitaan menimpa ataupun kematian mendekatinya orang baru teringat kepada Tuhan. Sejak lahir manusia diperkenalkan dengan isi dunia, dan asik bermain-main dengan isi duniawi. Tidak pernah memikirkan apalagi berterima kasih kepada pemilik daripada benda-benda itu. Sudah sepatutnyalah berburu kesenangan duniawi itu dikurangi dengan mengalihkan pandangan kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.